2016

Hallo...!
Ketika pada akhirnya jika kalian membaca tulisan ini anggap saja ini sebagai pengingat kenangan wkwwkwkkw 
Kita tidak bisa kembali ke masa lalu ya, e tapi kecuali kehendak Tuhan yang kuasa atas segalanya, lewat mimpi mungkin saja.
Jadi cukup dengan mengingat kenangan lalu sajalah.

Untuk kalian teman-temanku perempuan-perempuan yang gemesin, jomblo-jomblo yang hits, calon istri yang seterong, semoga saja sehat wal afiat , segar bugar dan gak edan. Segeralah menuju jalan yang benar agar terhindar dari kesesatan.
Aku bingung mau mulai cerita dari mana, mau mulai dari awal, aku lupa awalnya yang mana.
Yang pasti mulai kenal orang-orang aneh ini pas sekolah menengah atas (SMA).

Sebut saja mereka Depik, Mar, dan Putri.
Sebetulnya aku satu SMP sama Mar, tapi kita tidak saling kenal, tau aja nggak  bahkan wajahnya yang kayak apa juga aku gak tau.

Mungkin masa SMP itu aku kuper banget.

Nah, diantara orang-orang itu, aku yang ditakdirkan Tuhan untuk menikah mendahului mereka. Yang secara tidak langsung membuat mereka envy
Selama masa perkuliahan hanya aku dan Mar yang berada disatu kota, yang lain ke Jogja dan Purwokerto.
Otomatis intensitas ketemu sudah jarang, walaupun satu kota tapi beda sekolahan juga sih. Jadinya paling ketemu seminggu sekali pas Mar turun gunung kita ketemuan, hang out dan ngobrol.

Nah, setelah aku menikah dan punya bayi lebih jarang lagi dong kita ketemunyaaaahhh...
Mereka bertiga masih kadang-kadang janjian kemana gitu, sedangkan aku yang sibuk dengan rumah tangga, sudah mulai susah banget buat sekedar keluar rumah. Kalopun keluar jalan-jalan palingan sama anak sama suami juga, bukan dengan teman-teman seperti dulu. Sekarang prioritasnya sudah berbeda.
Dan ternyata menjadi istri yang full di rumah itu menguras banyak emosi dan air mata menyenangkan dan gembrottt wkwkkwkwkwkwkk

Mungkin buda-buda alias ibu muda-ibu muda yang tajir punya banyak asisten bisa dengan gampangnya ninggalin anak dan urusan rumah serta meluangkan banyak waktu untuk me time, memanjakan diri tanpa terbebani anak dan suami, hang out dengan teman-temannya dan haha-hihi, jalan-jalan juga shopping serta selfie ketawa-ketiwi.
Hal ini tentu saja tidak berlaku untukku.

Daaaaaannnnn kadang pas pengen bangeeettt kumpul bocah sama kalian nih, beberapa hari sebelumnya aku sudah merencanakan dengan benar, setengah matang, bertapa juga berdoa, sudah membayangkan gimana nanti kalo ketemu terus dimana tempatnya, kita juga bakal pesen makanan apa saja, sudah seneng-senengnya nih pengen jalan.... e...pas hari H batal. Syeeeeeediiiiiiihhhhhh.
Batalnya ketemu itu bisa macam-macam ya, dari yang anakku eek, ibukku ke pasar, bapakku kerja sampai alasan suamiku minta ikut juga...

Intinya sih teman-temanku mandeg, tidak berkembang dan hanya orang-orang itu saja. Bukan membatasi diri ataupun introvert dengan dunia luar ya, tapi karena pekerjaan rumah yang tidak berkesudahan.
Sekarang lebih seringnya komunikasi dengan sebut saja namanya Fitri, seringnya bbm dan sms buat ngutang pulsa dan kadang sering juga curcol wkkwkwkwkkw

Pada akhirnya semoga kalian mengertilah dengan keadaanku sekarang yang tidak sebebas dulu. Tidak seleluasa dulu pergi kemanapun yang aku ingin. Dan semoga juga kalian memaklumi jika aku gak bisa sering ketemu kalian, walaupun kadang sudah merencanakan tapi gagal karena aku sibuk sendiri dengan duniaku.

Yang pasti aku selalu berdoa yang terbaik untuk kita semua.
Semoga kalian dikelilingi orang-orang baik, teman-teman baru yang lebih baik, kalian merasa nyaman dengan mereka dan tentu saja bisa membuat kalian berkembang kearah yang positif.
Aamiin 

Kalaupun kalian nanti dipertemukan dengan takdir pasangan masing-masing semoga nantinya dia yang akan menjadi jodoh kalian bisa membimbing, dan menuntun kejalan yang benar sehingga kalian tidak tersesat lagi wkkwkwkwkwk
Pacar belum tentu menjadi jodoh dimasa depan yaa. Pengalaman hahaha

Diusia yang semakin beranjak ini aku hanya bisa memberi tulisan untuk dibaca,
Jadi Putri, 26 tahun itu usia yang sudah dewasa untuk melanjutkan hidup yang serius, bukan lagi main-main, walaupun main-main itu mengasyikan.
Dan lagi tubuhmu kecil dan kurus jadi masih bisalah dikira anak SD yang gak naik kelas 9 kali 
Tapi Ingat kuota hidup berkurang lagi 1 tahun 

Komentar